Chat with us, powered by LiveChat

Sabtu, 06 Mei 2023

Masakan Khas Lampung By qiuslot88

5. masakan khas Lampung yang enak dan menggugah selera 

Dari pedas hingga pahit, semuanya ada! 

Jika Anda penggemar makanan Indonesia, jangan lewatkan makanan khas Lampung. Terkenal dengan Taman Nasional Jalan Kambas, kawasan ini menawarkan kuliner unik yang tidak bisa dilupakan. 

Selain terkenal dengan  keripik pisang sebagai oleh-oleh, ada baiknya juga mencoba makanan lokal. 

Berikut ikhtisar lengkap kuliner khas Lampung yang wajib Anda coba! 

Ada banyak masakan khas Lampung yang bisa dicoba saat berkunjung ke sana, antara lain: 

1. Seruit 

 


Ngomong-ngomong soal seruit, semua pasti setuju kalau masakan ini adalah makanan khas Lampung yang paling terkenal. Serui juga sering disajikan pada acara-acara besar seperti  pernikahan.  Seruit adalah masakan khas Lampung yang terdiri dari ikan goreng atau bakar yang dicampur dengan sambal, tempojack atau mangga. 

Ikan seperti bali, baung, layis atau ikan sungai lainnya biasanya digunakan untuk harpun. 

Bisa dibilang cara membuatnya cukup sederhana lho! 

Ikan pilihan kemudian dibumbui dengan bawang putih, garam dan kunyit. Saat memanggang atau menggoreng, diberikan tambahan cabai yang dicampur dengan yak waktu. Terakhir, nasi dan sayuran segar adalah tambahan yang sempurna dan enak untuk harpun. 

Nama harpun sendiri berasal dari kata 'nyeruit' yang berarti melakukan bersama. 

Nama ini berbeda dengan ciri khas masyarakat Lampung yang memiliki nilai kekompakan yang tinggi. 

Maklum, harpun dikenal dengan sebutan pisro, makanan khas daerah Lampung yang enak. Rasa pedas dan asam menjadi keunikan  dari masakan khas Lampung  ini. 

2. Geguduh 

 


Jika Anda suka makanan manis dan asin, cocok untuk mencicipi rendang. 

Makanan lezat  ini memanjakan lidah dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Geguduh adalah salah satu jajanan tradisional  yang paling populer di Lampung. 

Geguduh terbuat dari pisang kepok yang dihaluskan hingga lunak, kemudian ditambahkan tepung  dan diaduk hingga merata.  Makanan yang satu ini biasanya dinikmati bersama keluarga atau sahabat dengan ditemani secangkir kopi atau teh panas. 

Cara memasaknya sederhana yaitu menggoreng pisang  hingga matang.  

Tambahkan daun pandan atau air kapur sirih agar lebih harum. 

Dengan perubahan kuliner yang dilakukan selama ini, geguduh kerap disajikan dengan berbagai topping seperti susu kental manis, madu atau kismis.  

3. Umbu 


 

Pernah mencicipi masakan khas Lampung  ini, Moms? 

Jika belum, tidak ada salahnya  menikmati umbu saat berkunjung ke Lampung. 

Umbu adalah makanan yang terbuat dari rotan  muda. 

Setelah persiapan, potongan rotan dimasak beberapa saat hingga teksturnya melunak. Umbu biasanya digunakan sebagai campuran sayuran atau  sebagai lauk di Lampung.  Umbu juga bisa digunakan sebagai bahan dasar sayuran goreng. Namun karena rotan sulit ditemukan, umbu biasanya disajikan pada acara adat atau acara penting lainnya. 

4. Gulai Taboh 

 


Sajian khas Lampung selanjutnya yang wajib Anda coba adalah gulai taboh. 

Hidangan ini terbuat dari ikan yang dimasak dengan santan. Nah gulai ini tidak hanya  ada ikannya saja, tapi juga ada rebung, kol, kacang panjang dan kacang merah.  Jenis ikan yang biasa digunakan dalam gulai taboh adalah tongkol atau tongkol. 

Sedangkan gulai taboh memiliki rasa yang mirip dengan sayur lodeh, namun rasanya lebih asin dan pedas. 

Ada dua jenis gulai taboh yang dikenal di Lampung.  

Pertama, gulai taboh yang menggunakan bahan dasar ikan laut dengan tambahan sayuran, kacang panjang dan rebung.  Kedua, gulai taboh yang terbuat dari campuran ikan sungai dan tubja atau kluwek.  

5. Tempoyak 



 

Masih belum tahu istilah tempoyak atau tempoyang? 

Secara umum, tempojak dapat dikatakan  adalah  buah durian yang difermentasi yang digunakan untuk membuat semacam saus atau bahan tambahan makanan.  

Selain itu, sebenarnya tidak hanya Lampung, tempoyaki sering dijadikan bumbu masakan di banyak daerah lain seperti Palembang, Jambi dan lainnya. Proses pembuatan tempoyaki diawali dengan memasak daging  durian.  

Daging buah durian yang ditaruh dalam wadah, kemudian ditambahkan garam atau  ragi. 

Banyaknya garam ini mempengaruhi jenis tempojak yang dihasilkan yaitu tempojak asam atau tempojak asin. 

Perlu dipahami bahwa untuk mempercepat proses fermentasi, tempoyak ditempatkan dalam wadah tertutup atau disimpan  dalam lemari es. 

Hasil  proses fermentasi mengubah rasa alami bahan menjadi rasa tempojak yang unik dengan aroma durian yang ringan dan rasa yang sedikit  asam. Setelah siap, Anda bisa menambahkan berbagai jenis ikan mulai dari ikan teri, nila, ikan mas, dan lainnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembunuhan Mayat Dicor, Dimutilasi di Semarang By qiuslot88

Korban Pembunuhan Mayatnya Dicor di Semarang Dimutilasi Saat Masih Hidup Korban pembunuhan yang mayatnya dicor di wilayah Kecamatan Tembala...